Kami, tidak pernah benar-benar hidup dengan cara yang romantis. Entah sudah berapa kali aku menyebutkan fakta itu.
Nyatanya, kami tetap melangkah bersama. Karena ada mimpi-mimpi, ada cita-cita, ada masa depan yang kami ingin tuju.
Aku pernah menulis.
Bahwa ini tentang merawat kehidupan.
Tentang semoga, aku dan dia kelak cukup dewasa untuk mengerti bahwa rasa kasih itu tumbuh karena pemahaman yang setara. Kita tidak tahu seberapa panjang waktu yang diperlukan dalam berproses itu. Mungkin selamanya. Mungkin belum hari ini. Mungkin besok. Atau saja, semoga suatu hari kata "mungkin" itu tidak perlu kami gunakan lagi, ketika akhirnya kami benar-benar telah di titik pemahaman itu.
Namun hari ini, aku ingin berbagi sedikit, tentang rasa bahagia kami, tentang hal-hal yang patut disyukuri, di antara semua rasa resah, di antara semua hal lucu, hal aneh, hal menyenangkan dan tidak menyenangkan, yang pernah kami lalui.
Aku mendapat cincin cantik ini kemarin, 31 Desember 2025. Not in romantic way of course wkwk. Hari itu cukup padat, aku baru pulang kerja, dan dia juga baru pulang kerja. Bisa dibayangkan, rasa lelah, penat, dan lagi lusuh-lusuhnya juga dengan semua ke-chaos-an closing. Aku hampir membatalkan ketemu, karena rasanya ingin pulang ke kos dan tidur.
Tapi toh akhirnya kami makan di mall, yang bahkan kejar-kejaran dengan waktu. Karena aku baru pulang jam 20.30 WIB. Itu juga memaksa diri pulang karena hampir semua orang sudah pulang. Kami sampai di mall pukul 21.00 WIB dan hampir semua tenant sudah tidak menerima dine in. Akhirnya kami makan sushi berjalan (APA SIH INI NAMANYA WOI?).
Dan ya.
![]() |
| Love language gue adalah physical attack(s) |
Kalau tau mau dilamar, gue pulang jam 6 sore yekan, mandi dulu, pake bulu mata palsu, pake eyeshadow cetar. Ah ini mana lagi lusuh-lusuhnya, benar-benar lucu sih.
Kemudian, tentang 2025,
Lumayan.
Lumayan gila maksudnya.
Di 2026, aku cukup deg-degkan dan optimis dengan kehidupan baru yang menanti.
Tapi hari ini, kita jangan bicarakan itu dulu.
Mari kita menghela nafas sejenak, menikmati tanggal merah pertama di 2026 ini. Sambil bersama-sama mendengar lagunya Sal Priadi--Semua Lagu Cinta, untuk merayakan diriku dan langkah baru hubungan ini.
Di seluruh tempat, di seluruh dunia
Di manapun lagu cinta ini terputar,
Ada film di kepalaku yang terputar,
Adegan romantis.
Pemerannya kamu.
Dan semoga, tak lama lagi, kita bisa menyanyikan bait terakhir lagu ini bersama;
Berjalan, ke altar, di antar Bapakmu.
Kau berjalan, perlahan, ke arahku.



0 comments