Ungkapkanlah

By Sheren - Monday, January 15, 2018



Seiring banyaknya hari yang kulewati, semakin banyak pula hal-hal baru yang aku alami. Kadang membuatku tertawa, kadang menangis, kadang kecewa hingga marah. Kadang pula itu membuatku berbunga-bunga sepanjang hari.

Tapi sayangnya, tidak semua ekspresi itu bisa kita ungkapkan. Kau harus mengganti marahmu dengan senyum, kau harus bersembunyi untuk dapat menangis, dan kau hanya bisa senang dalam diammu. 

Karena seringkali, mengungkapnya justru menjadi kesalahan. Membuat kita bimbang, apakah selama ini aku salah melangkah?

Padahal itu kejujuran. Kenapa kejujuran membuat kita serba salah? Salah untuk menahannya. Salah juga untuk melepaskannya. 

Banyak, banyak sekali orang melapisi hati mereka berkali-kali. Mengatakan benci tapi terus mencari kabar, mengatakan cinta tapi peduli pun tidak.

Seringkali, kita, menahan sakitnya sendiri. Menahan indahnya sendiri. Tidak ingin berbagi, hanya karena takut itu salah.

Takut tidak ada yang peduli.

....

Tapi sekali ini, ungkapkanlah. Ungkapkanlah meskipun awalnya itu menyakitkan. Ungkapkanlah, karena cepat atau lambat, kejujuran akan mengundang kelegaan hati, memperluas perasaanmu. 

Lepaskanlah, jika kau sudah tidak ingin peduli. Dan rangkul dia yang ingin kau sayangi. Jangan berbohong hanya karena takut dibenci.

Marahlah, jika memang kau merasa kecewa. Tertawalah, jika dia memang membuatmu bahagia. Jangan berpura-pura marah hanya karena ingin mendapat perhatian. Jangan berpura-pura tertawa hanya karena ingin mendapat perhatian.

Menangislah, jika hatimu memang merasa sakit. Untuk apa hati dan perasaan diciptakan, jika kau justru menahannya, mengubur semuanya dalam-dalam?

Menganggapnya tidak ada.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments