Graha Wisata Pramuka II #guejadipanitia

By Sheren - Thursday, December 17, 2015

Yo, hai guys! Baru balik kemah nih. Graha Wisata. Graha Wisata Pramuka~~~

Sebenarnya kalo saya memposting tentang yang satu ini, bakal menyimpang dari visi dan misi blog, tapi saya pengen bangett cerita *-* membandingkan dari GWP setahun lalu*ups

Kalau tahun lalu saya berpartisipasi sebagai peserta yang patuh, maka kali ini saya mengkuti GWP sebagai panitia, yeah~

Setelah semua persiapan GWP dilakukan, dari rapat yang absurd, atau saling kejar-kejaran mencari barang, belanja, marah-marahan, nangis-nangisan, saling tersinggung, saling tuduh menuduh, saling lapor, saling jatuh cinta dan hal-hal lainnya, akhirnya tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Jengjengjengjengjeng~

Nyeritain apa ya?

Yah.. pokoknya tahun ini, saya memperhatikan, banyak hal-hal yang emang berbeda dari tahun lalu. Dari awal juga berbeda. Dari rapatnya yang banyak makan hati saja sudah berbeda.Isi kegiatan ada berbeda sedikit sedikit.

Saat papershow, saya excited banget melihat peserta yang niat buat mendesain baju dari bahan kertas. Terimakasih buat abang yang sudah menyarankan lomba ini.
Kemudian lomba LCC. Wah, yang ini.. yah, saya ngeri ngeliat soalnya.

Hari kedua ada lomba melukis, permainan rakyat, sama semaphore dance. Saya enggak terlalu memperhatikan yang permainan rakyat, karena kayaknya enggak terlalu kerakyatan*eh *maaf buat pj* . Semaphore dancenya bagus, yang cowok-cowok seperti biasa; lucu dan enggak jelas. Yang cewek-cewek niat banget. Yang melukis...saya lelah menunggu. Kapan gambarnya jadi cobaaaa>,< dan gambar mereka rata-rata sama :v , bundaran di lapangan, bukit, bundaran, bukit, bundaran, bukit. Emang ga ada pemandangan lain sih.
Malamnya ada pensi. Kalau saya mau jujur, kayaknya lebih menarik tahun saya jadi peserta. Saya memang enggak nonton semua pensi sih tahun ini, tapi yang saya tonton rata-rata...flat. Btw, yang paling lucu yang saya tonton adalah parodi iklan produk kecantikan yang dibawakan oleh peserta putra.

Hari ketiga ada jelajah dan malam keakraban (api unggun) . Pas penjelajahan saya enggak ikut ke atas sama sekali. Stay dibawah. Ngurusin absen adik-adik kecil. Setiap siswa yang tertinggal bagi saya sama seperti emas; sangat berharga buat menuhin absen. Saya agak sedih juga dibagian ini, soalnya ada yang panitia yang seharusnya stay dibawah, tapi tetep biasa curi waktu ke atas, kayaknya saya satu-satunya panitia yang enggak keatas. Saya sedih. Sedih. Sedih. Sedih. Sedih.
Oh ya, disini juga ada kejadian menarik. Saya denger ada beberapa peserta yang menangis karena enggak dibolehin naik ke bukit. Aduh. Aduh dik. Kamu kasian sekali. Kita sama :'v . Ayo sini gabung sama Vidya Dharmma, siapa tahu tahun depan boleh ke atas.
Kalo mereka lelah karena naik turun bukit, maka saya lelah banget keliling mess ngejarin absen yang saya sendiri enggak mengerti kenapa baru diberikan saat GWP -,-

Di malam keakraban. Yah well, pas menyanyikan lagu Syukur, (Dari yakin kuteguh..........) itu saya lumayan merinding. Rasanya gimana gitu melihat lilin yang bergerak sendiri dikegelapan malam diiringi paduan suara yang mendendangkan lagu Syukur. Sempat ada ekspetasi sih ketika lagunya selesai, api unggunnya langsung menyala dengan sedikit bunyi bum plus bunyi derik api saat kayunya terbakar. Tapi kenyataannya jauh sekali :'v , malah bunyi kelontang obor terjatuh :'' . Apinya enggak besar-besar amat. Awalnya.

Btw, disini untuk kedua kalinya juga, saya melihat alumni-alumni yang sibuk melempar minyak tanah (dan bensin?) untuk membesarkan api. Kalo pas jadi peserta saya kagum banget sama alumni-alumni yang gagah berani itu (dan keren banget aaaaa) , maka tahun ini saya terharu. Mereka semua sibuk dan rela melakukannya. Menyiram minyak tanah berkali-kali ke kayu, bensin juga, bolak balik. Wow.

Demi acara kami.

:'v

Malam keakrabannya? Awalnya bosan. Pembacaan surat cinta dan nominasi bukanlah kegiatan favorit saya. Tahun lalu saya nyaris tidur mendengarnya. Dari SMP, seringkali diberbagai acara, saya harus mendengarkan surat cinta seperti itu. Astaga. Enggak ada seru-serunya. Yang bacain malu. Yang dibacain senyum-senyum. Ada sih yang bagus, pas Wisnu (yang nerima surat cinta dan dibacain) ngebawain musik buat sipengirim dan pembaca surat. Itu buat baper *-*
Nominasi? Entahlah. Saya dapat nominasi kakak terlembut. Apaan itu? Hahahaha. Lembut darimananya coba. Saya bahkan enggak tahu diantara nominasi ada kategori kakak terlembut. Wkwkwkwk.
Kemudian disini ada tambahan yang lumayan meningkatkan mood. Yaitu ketika salah seorang panitia lagi nyanyi, tiba-tiba seorang cowok datang..dan...jeng-jeng. Terjadi penembakan didepan umum *eh *penembakan. "Kamu.....mau enggak jadi pacar saya?" Ooooaaawawawa.
Ada juga adik kelas yang bernyanyi buat kakak sangker yang 'dikaguminya tadi pagi' . Yang ini buat baper :') engga ada yang mau nyanyi buat saya :') .
Oya, seperti tahun sebelumnya, saya kagum melihat bunga-bunga api yang berterbangan. Seperti sekumpulan makhluk hidup yang terbang mencari kebebasan *apaan

Saya harus jujur, tahun ini malam keakrabannya lebih berkesan.

Besoknya? Saya ngejarin absen lagi. Astaga. Ketika adik-adik kelas meminta tanda tangan saya. Saya juga sibuk meminta tanda tangan mereka.

Jadi tahun ini... saya dapat investasi berupa dua batu, yang sayangnya saya dapat setelah saya jadi panitia, dan enggak atas dasar murni :v . dan beberapa surat cinta (Makasih buat kerja keras kalian untuk membuat surat cintaaa, tulisan kalian susah banget dibaca-_- ) . Mungkin tahun-tahun kedepan, bakal lebih baik nyuruh pesertanya ngasih surat cinta langsung ke kakak sangker. Pasti feel nya lebih kerasa*-*

Sebagai panitia, saya merasa, bagaimana lelahnya jadi panitia. Tapi saya sendiri tetap berpikir, lebih enak menjadi panitia daripada peserta. Seenggaknya saya pribadi deh. Enggak disuruh-suruh, enggak dibentak-bentak.
Tahun ini juga berbeda, saya akhirnya bisa sholat di Anjungan. Dan kalau tahun lalu kita sholatnya di masjid, maka tahun ini kita sholat dilapangan ramai-ramai setiap subuh dan maghrib. Saya cuma berharap di tahun kedepannya, akan ada lebih banyak peserta yang datang ke lapangan. Btw, sholat dilapangan dengan udara segar, ditengah kegelapan shubuh dan malam, benar-benar sangattttttt khusyuk. Yah, mengingatkan saya dengan sholat tarawih. Kebersamaan dan segalanya itu lebih didapet.

Dan yang paling berbeda adalah tidak adanya stressing dan jalan malam. Jangan tanya kenapa. Pokoknya kalian para peserta enak sekali setiap malam tidur nyenyak tanpa mengkhawatirkan apapun. Well, saya agak jengkel karena enggak ada kedua hal itu, tapi ini juga enggak terlalu berpengaruh dengan saya. Karena tahun saya saya enggak mengikuti dua kegiatan itu, saya diselamatkan..

Di hari terakhir, adik-adik kelas pada sibuk meminta tanda tangan di kain tanda pengenal mereka, baik ke sesama maupun ke sangker. Lucu sekali. Tahun saya tidak kepikiran untuk melakukan itu.

Hari terakhir, peserta lagi sibuk masukin barang ke truk, yang cowok sih.


Well, saya pikir cukup itu saja. Tahun ini GWP nya lebih seru. Entah karena saya sudah jadi panitia jadi bebas kesana kemari, atau karena memang kegiatannya seru, saya enggak tahu. Yang penting, tahun ini lebih berkesan. Tapi tahun ini juga lebih mengerikan. Karena selama liburan, hari-hari saya akan dihabiskan untuk mengerjakan laporan pertanggung jawaban >,< Tiiidaaaaaaaaaaaaaaaaaak~

Terakhir, terimakasih untuk Allah SWT atas segala kelancaran yang diberikan, terimakasih untuk Pak Nurali atas kebaikannya dalam pendanaan, terimakasih untuk Pak Solihin yang udah rela 4 hari 3 malam menginap di buper demi menjaga dan mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan............ juga untuk bapak ibu guru, makanannya enak-enak kok. tehnya manis.. terimakasih untuk Bg Ade, Bg Fian, Bg Jutha, Kak Via, dan abang kakak alumni lainnya, yang sudah bersedia membantu kami habis-habisan, terimakasih untuk Pak Ferdy selaku pembina... terimakasih untuk abang kakak senior yang...baik sudah membantu kami juga jadi juri, membantu menasehati, dan banyak hal lagi, terimakasih untuk teman sesama sangker...terimakasih untuk pesertaa GWP 2015~~~ terimakasih semuaanyaa, terimakasih buat saran yang berguna, omelan yang ga berguna, dan kritik yang pedas-pedas , terimakasih juga untuk pujian, semangat, dan segala yang diberikan. Semoga tahun depan banyak yang ikut jadi penerus kami, menggantikan saya dan kakak-kakak lainnya. -_-

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Hai shere?? Mau q ngunjungin blog kmu baru sekarang. Kamu dlu blognya isnot-forgotten.blogspot.com bkan??
    Jadi panitia itu capek dan melelahkan tetapi mengasyikkan juga. Hebat baru 16 tahun tpi aktif ngeblog beda ma anak-anak di daerahku papua

    ReplyDelete