Film Review : Fantastic Beasts and Where to Find Them

By Sheren - Friday, November 25, 2016



Judul Film : Fantastic Beasts and Where to Find Them (Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Mereka Bisa Ditemukan)
Sutradara : David Yates
Penulis (Buku) : J.K. Rowling
Pemain : Eddie Redmayne (Newt) Katherine Waterstone (Tina) Dan Fogler (Jacob) Allison Sudol (Queenie), Collin Farrell (Percival Graves) Johnny Depp (Gellert Grindelwald) , dll. 



Pada tahun 1926, seorang penyihir bernama Newt Scamander--yang memiliki hobi untuk mendalami dunia hewan singgah ke New York dalam perjalanannya menuju Arizona. Di sana, dia memiliki masalah dengan salah satu hewan tersayang miliknya, seekor Niffler (binatang imut dengan mulut seperti sekop dan hobinya adalah mengumpulkan barang-barang berkilau seperti emas, permata, dll). Si Niffler terus-terusan ingin keluar dari koper yang dibawa Newt--dan berhasil keluar. Alhasil, sebuah Bank sukses di obrak-abrik oleh Niffler yang mungil dan lucu itu. Semua barang berkilau disimpannya di dalam kantung di badannya (kayak kangguru gitu? Atau kayak kantung milik doraemon? Karena ada banyak sekali barang yang bisa disimpan di sana) .

Sebagai pemilik yang merasa bertanggung jawab, Newt bergegas mengejar si Niffler untuk menangkapnya dan memasukkannya lagi ke dalam koper. Di sana dia bertemu dengan seorang No-Maj (manusia biasa, bukan penyihir, kalau di Eropa disebut muggle) bernama Jacob, yang tujuannya di sana adalah meminjam uang ke Bank untuk membuka usaha toko roti. Pertemuan tidak disengaja itu ternyata menyeret Jacob ke dalam hal yang tidak akan pernah diduganya.

Bertepatan dengan itu, New York mengalami kejadian aneh. Banyak kekacauan terjadi. Sesuatu yang tampak seperti asap hitam pekat meneror kota. Gedung-gedung dan jalanan hancur. Puncaknya ialah ketika seorang No-Maj mati ditangannya. Mereka juga disibukkan dengan Gellert Grindelwald, penyihir gelap yang terkenal.

Di sisi lain, Newt juga bertemu dengan seorang wanita dari kementrian (MACUSA) bernama Tina. Melihat kekacauan yang dibuat Newt dan Niffler miliknya di Bank, Tina segera membawa Newt ke MACUSA. Di tempat itulah mereka menyadari bahwa koper Newt yang berisi hewan-hewan buas tertukar dengan koper Jacob yang hanya berisikan kue-kue. Setelah menemukan tempat tinggal Jacob, semuanya sudah terlambat. Kediaman Jacob hancur total, dan beberapa hewan milik Newt kabur dari koper menuju alam bebas. Jacob juga terluka akibat digigit salah satu hewan milik Newt.

Tina memutuskan agar Jacob dirawat dulu di kediamannya. Di apartement Tina mereka bertemu dengan saudara perempuan Tina, Queenie, yang merupakan seorang legillemens (pembaca pikiran). Queenie yang tidak pernah bertemu No-Maj sebelumnya tampak sangat tertarik dengan Jacob, begitupun sebaliknya. 
Saat waktunya tidur, Newt diam-diam mengajak Jacob masuk ke dalam kopernya, yang ternyata memiliki ruangan jauh lebih besar daripada yang terlihat. Ruangan di dalamnya benar-benar seperti kebun binatang ajaib, dengan hewan-hewan yang sangat unik dan indah. Setelah itu, mereka berdua kemudian kabur, dengan tujuan mencari hewan-hewan milik Newt yang kabur dari koper.

Setelah selesai mencari dan memasukkan hewan-hewan milik Newt yang hilang ke dalam koper, Newt dan Jacob akhirnya juga ikut ke dalam koper. Tina—yang menyadari hilangnya mereka dan menemukan mereka sedang masuk ke dalam koper, kemudian membawa koper itu ke  MACUSA dan melaporkannya. Awalnya, MACUSA menuduh bahwa obscurus milik Newt-lah yang membuat kekacauan dan melanggar undang-undang kerahasiaan dunia sihir.  Newt menyangkalnya. Dia memang mengakui itu adalah obscurus miliknya, namun dia juga menyatakan bahwa obscurus itu telah ia lindungi dengan semacam kekuatan sihir yang akan membuatnya aman dan pengacau di kota adalah obscurus lain. Obscurus adalah sebuah kekuatan gelap dan jahat yang terbentuk dan diwujudkan pada usia anak-anak ketika mereka dipaksa untuk menyembunyikan kekuatan sihir mereka—bukan mengendalikannya.

Tidak ada hal yang meringankan Newt. Newt, dan bahkan Tina sendiri, akan dihukum mati. Sedang Jacob, yang notabene seorang No-Maj, akan dihilangkan ingatannya.

Namun di detik-detik yang naas itu, mereka berdua berhasil melepaskan diri. Dengan bantuan saudari Tina, mereka pergi meninggalkan tempat itu.

Masalah belum selesai. Ada obscurus yang masih harus di urus. Demi melihat obscurus yang semakin mengamuk di kota, Newt memutuskan untuk ikut campur dan menghentikan obscurus itu, sekaligus menyelamatkannya. Menurutnya, obscurus yang sejatinya merupakan anak-anak itu, tidak seharusnya dibunuh, melainkan diberi kesempatan hidup yang layak.

Kekacauan terjadi di kota. Obscurus. Newt dan teman-teman. MACUSA. Semua terlibat. Newt ingin menyelamatkan Obscurus karena dia hanyalah anak-anak. MACUSA ingin menghabisi Obscurus karena menurut mereka tidak ada cara lain. Tidak ada lagi yang dapat disembunyikan. Para No-Maj tidak lagi bisa dibohongi. Mereka secara terang-terangan melihat keanehan sihir. Masa lalu berdarah antara penyihir dan No-Maj terancam kembali terjadi, karena akan sangat sulit untuk menghapus ingatan seluruh kota.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Newt berhasil menyelamatkan obscurus tersebut? Ataukah dia harus mati? Siapakah sebenarnya obscurus tersebut? Dan bagaimana dengan......Gellert Grindelwald???

???????????

***

*Prok-prok-prok-prok*

Film spin-off Harry Potter yang sudah kutunggu lama. Dan penantian ini berakhir dengan sangat memuaskan.

Jauh beberapa puluh tahun lebih awal daripada kehidupan Harry Potter, Fantastic Beasts and Where to Find Theme membawa kita ke dalam petualangan mengagumkan seorang pecinta hewan (buas)!

Dibuka dengan backsound yang sama seperti film Harry Potter, saya langsung bernostalgia dan merasa nyaman. Rasanya tak sabar menanti misteri isi film yang mulai berputar. Dengan epic kita disajikan kehidupan abad ke 20. Semuanya tampak dipersiapkan secara detail dan matang, karena meskipun tidak pernah menempati Inggris apalagi di abad ke duapuluhnya, saya tetap bisa merasakan sensasi jadulnya keadaan di film itu.

Awalnya saya kira film ini akan berjalan sesuai judulnya—Hewan-hewan Fantastis dan Di Mana Bisa Ditemukan. Ternyata enggak seperti itu. Bisa dibilang ceritanya agak melenceng jauh. Daripada mencari asal-usul hewan-hewan fantastis yang kubayangkan (Kayak basilisk, burung Phoenix, dll yang sudah kita kenal), kita justru dibawa jalan-jalan sama penyihir cowok yang manis banget astaga untuk menyelesaikan masalah yang awalnya pun tak pernah terpikirkan olehnya akan terjadi. KITA BAHKAN GA SAMPAI KE ARIZONA! TUJUAN UTAMA SI TOKOH UTAMA!

But it’s okay. Tetap keren. Hampir semua tokoh di sini adalah tokoh-tokoh baru. Tokoh-tokoh lama yang kita familiar mungkin cuma Albus Dumbledore sama Grindelwald. Alur ceritanya juga sepenuhnya baru. Rasanya tuh kayak nyobain minuman dari pabrik yang sama, tapi dengan rasa yang berbeda.

Oh ya, sebenarnya ada banyak yang saya enggak ceritain di sinopsis di atas. Ada plot-plot lain yang sebenarnya penting dan berhubungan dengan obscurus. Tetapi bakal terlalu panjang kalau diceritakan semua.

Dalam dua jam lebih itu, alur ceritanya pas—tidak terlalu lambat, tidak juga terlalu cepat. Adegan demi adegan disusun secara rapi, sehingga kita tidak menunggu terlalu lama dan menjadi bosan untuk mendapati solusi dari masalah itu keluar. Kita dijaga agar tetap penasaran dengan dosis yang cukup. Beberapa adegan emang—as always—gak cocok ditonton anak-anak. Sedikit sih. Sisanya selain itu, film ini mengajarkan banyak sekali untuk kita. Kebaikan, keberanian, kebesaran hati. Komposisinya juga pas, ada humor, romantis, ketegangan, kelegaan, keharuan, kesedihan, dan perasaan hangat pas liat interaksi para hewan dengan si Newt.

Nice.

Kemudian CGI nya...Hm. CGI dan efek visualnya bener-bener membuatku membuka mata lebar-lebar, terutama pas di dalam koper Newt. Pemandangannya agak keliatan ga natural sih, tapi hewan anehnya itu, imut menggemaskan dan membuatku ingin masuk ke film dan mengambil satu-dua hewan. Ada juga sih hewan dengan bentuk menjijikkan yang membuatku...ewh.

Alur cerita yang bagus ini, tentu saja tidak lepas dari kepiawaian para aktor. Saya benar-benar mengacungkan empat jempol untuk semua aktornya. Sekali lagi biar greget, SEMUA AKTORNYA. Bagi saya semuanya sudah bermain dengan sangatt baik. Terutama yang jadi favoritku, si Eddie Redmayne a.k.a Newt Scamander <3 . Kayaknya posisi Edward Cullen yang selama ini mengisi hati saya bakal tergeser oleh Newt hakhakhak. Newt Scamander adalah tipe cowok yang kalo natap matanya yang polos itu bakal membuat kita seketika menghangat, disusul oleh perasaan tenang dan optimis. Pemilihan aktor yang benar-benar pas! Enggak ada yang akan lebih cocok memerankan Newt daripada si Eddie ini. Aaaaa pokoknya dari awal film kita udah langsung bisa nebak kalo Newt adalah seseorang yang pintar, teguh pendirian, penyayang, lemah lembut, dan pekerja keras, serta polos(?). Siapa lagi yang bisa sempurna dari itu? Tampan, pintar, penyayang binatang pula?

Satu-satunya yang saya benci cuma Tina, yang dengan sengaja melaporkan Newt ke MACUSA sebanyak dua kali, lalu ketakutan sendiri dengan vonis yang dijatuhkan. Bagi saya, dia ini bener-bener tipe cewek yang menyebalkan, terlalu banyak ikut campur dan melakukan apa yang seharusnya enggak perlu diurusnya. Pengecut. Dan tak tahu diri, mengikuti Newt ke mana-mana setelah melaporkan Newt ke MACUSA dan membahayakan hidup Newt. Harusnya enyah saja cewek seperti itu.

Oke. Cukup emosinya. Fokus ke review.
Well, ada terlalu banyak kelebihan yang tak bisa saya ungkapkan. Kalo masalah kekurangan..entahlah, mungkin jalan cerita yang agak gampang ditebak, kurang tantangan gitu. Si tokoh utama dengan mudah berkelit dalam masalah-masalahnya, meloloskan diri di tengah-tengah kesempitan. Juga, salah satunya, pas Auror bernama Graves memberi kalung Deathly Hallows ke anak adopsi, saya langsung sadar kalo Graves adalah Grindelwald yang menyamar. Dan terakhir, meskipun saya enggak keberatan sama sekali, tokoh Newt ini bener-bener Gary Stu banget. Terlalu sempurna. Tampan. Pintar. Ramah. Penyayang Binatang. Buat sesak nafas, huf.

Nah, sejujurnya dibanding dengan 8 film Harry Potter digabung menjadi satu, saya jauh lebih film Fantastic Beasts and Where to Find Them. Bener-bener sefantastis judulnya! Semoga ada sekuelnya!

Film ini enggak saya rekomendasikan untuk kalian. Film ini saya wajibkan untuk kalian menontonnya! Must try! Terutama penggemar Harry Potter.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments