MENAPAKI UMUR BARU

By Sheren - Thursday, January 31, 2019

Kenapa kucing? gapapa suka-suka aja.
Kenalin ini Mecy. Sekarang keberadaannya ga diketahui.

*tulisan ini sebenarnya dibuat beberapa minggu lalu*

Wagelaseh keren banget judulnya ya*muji judul sendiri*. Ah iya, tahun baru, umur baru. Enggak ada kalimat-kalimat mutiara kali ini. Harapan-harapan pribadi sudah saya ucap dalam doa. Harapan kalian juga sudah saya aamiinkan.

Cuma mau kasih tau aja kalo beberapa waktu lalu umur saya nambah.

Tidak ada kejutan aneh-aneh, alhamdulillah. Saya lebih suka kado daripada kejutan. Emang manusia milenial itu materialistis ya. Untungnya saya materialistis ke diri sendiri, bukan orang lain.

Aduh ngomong apa sih hahaha. Nah maaf. Di sini saya cuma mau posting tumbuh kembang kehidupan saya selama dua dekade terakhir, yang udah diabadikan dalam teknologi buatan manusia—foto. Biasanya tiap tahun saya ‘memperingati’ hari ulang tahun dengan cara saya sendiri. Beberapa tahun lalu, saya pernah menulis tentang Khayalan yang tak pernahtercapai di umur 17. Lalu saya juga pernah menulis cerita untuk diri sendiri. Dan di tahun 2018 kemarin, demi menyembunyikan memperingati ketuaan saya, saya memutuskan menutup semua informasi mengenai tanggal ulangtahun saya di seluruh media sosial. Emang agak iseng sih, sekaligus saya pengen tahu siapa aja yang sebenernya selalu ingat (dan menanti) ulangtahun saya HAHAHA. Orang-orang special itu tetap ada 😊. Beberapa ngechat tengah malem. Padahal saya udah tidur nyenyak enggak sadar hari berganti.

Di tahun 2019, saya memperingatinya dengan postingan ini saja ya.

Jadi di postingan kali inilah, akhirnya, kalian semua bisa melihat aib-aib yang sudah saya hapus dari Facebook dan berbagai media sosial lain. Hohohoho.

Enggak aib juga sih, udah lulus sensor soalnya.

Oke, selamat menjelajahi waktu!


Aku ketika bayi dan anak-anak. 







Lulus TK—saya sempat susah senyum. 
LU NGAPAIN SHER DUDUK DI SEMEN?!
Akutuh ngapain ya?
Foto sama pacar pertama—ah iya sudah dihapus WKWKWK, maaf mantan.


Foto sama Mama pas awal masuk kuliah

Foto sama gebet—aduh di mana ya nyimpen fotonya? HAHAHA


Meskipun di media sosial saya cenderung terbuka dan receh,
tapi aslinya saya kalem sangat 
😊

Dulu di sekolah saya saya sering sekali bawa kamera. Kamera pocket sih.
Dan selalu lolos Razia karena saya disayangi guru hahahahaha.
Ah, sebenarnya saya hanya sedikit memanfaatkan jabatan di OSIS





Saya dan para pejuang di OSIS yang berhasil bertahan 2 periode.

Saya dengan bu Eva. Kami kenal sejak SD dan sekarang beliau udah punya bayii.
Sudah kayak kakak sendiri, atau malah Ibu?
Saya manggilnya Ibu karena dia guru PPL saya dulu. Love her<3


Jujur ini salah satu foto terfavorit saya. PUTIH BANGET SOALNYA HAHA
Yang ga suka kucing sini konsultasi sama saya. Hub:08*********

Mecy ini kucing terakhir saya :) Setelah itu ga pelihara lagi._.


Aku waktu lagi rajin belajar

mencoba syar’i


nugas.

Hampir selalu sebangku. Dan sekarang (kecuali Sulis) se-Fakultas,
sejurusan malah.

ber-drama.

UNTAN--UNS--UB--UGM--UNTAN


and then....I found someone…
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.


cakep ya.


Eh maap maap. Salah orang. Wkwk,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sori, yang punya foto takut banyak fans.
Jadi disensor aja ya hahahahahahaha.
<3 :) .

Udah tua ya saya..

Maaf semua untuk postingan kali ini. Entah mengapa kegajean saya lagi muncul. Sebenarnya foto-foto saya sekitaran sd-smp lumayan banyak sih. Dan kadang di edit aneh-aneh sama saya. Tapi rata-rata foto itu enggak berkerudung. Jadi gabisa dimasukin hehe.

Well, dua dekade saya menginjak bumi. Ada banyak sekali hal yang berubah. Dan setiap perubahan itulah yang membawa saya menjadi yang sekarang ini. Mempelajari hal-hal baru. Bertemu orang-orang baru. Bertemu dengan orang yang bisa sayangi. Menyaksikan hal-hal hebat. Belajar bersimpati dan berempati, menghargai, menoleransi. Belajar memaafkan masa lalu dan mencoba menjadi yang lebih baik kedepannya.

Kalau kalian bertemu dengan saya di dunia nyata, kalian akan mendapati perilaku saya sangat berbeda dengan gaya tulisan saya. Di sini, ataupun di medsos lainnya, saya terkesan receh dan terbuka. Aktif, dan sebagainya. Namun di di dunia nyata sendiri, saya ultra-super-sangat-pendiam, terutama di depan umum. Tidak suka berbicara, lebih senang mojok wkwkwk. Saya berbagi kerecehan dan ketidakjelasan hanya dengan orang-orang terdekat saya saja di dunia nyata. Yup, enggak semua orang bisa melihat keterbukaan saya.

Dua pulih tahun hidup, dan saya bahagia :) 

  • Share:

You Might Also Like

0 comments