Hari Kemarin

By Sheren - Thursday, January 14, 2016

Jadi, kemarin ada dua berita besar yang membuat saya meringis berat--bahkan menitikkan air mata. Saya sendiri yakin kalian tahu apa yang terjadi;

1. Jakarta meledak
Saya tahu berita ini pas Papa saya nyetel volume TV besar-besar, demi mendengar berita ledakan Bom di Jakarta. Wah, kaget sekaligus kasian. Jakarta di bom! Penasaran, saya browsing lagi di internet. Ada banyak dugaan, tapi dugaan yang paling hot adalah;
Pertama, teror dari ISIS, hmm..hmm..hmm.. bisa jadi sih, meskipun... hmm. pokoknya sama-sama teror.
Kedua, katanya kejadian ini adalah pengalihan isu dari PT. Freeport. Wah, kalo ini... saya sih ga tau beneran wkwk. Tapi setahu saya isu yang ini udah dibantah sama Pemerintah.


Well, awalnya kasian, tapi kemudian senyum-senyum sendiri. Di situs seperti 1cak dsj, topik bom ini malah menjadi lelucon. Bukan tanpa alasan, melihat banyak massa yang JUSTRU berkerumun ditengah adu tembak antara aparat dan pelaku. Kan konyol banget. Hastag #kamitidaktakut beneran dipraktekkin. Aksi teror yang jelas-jelas nyata malah jadi kayak tontonan thriller, kayak yang dibioskop kurang menantang aja. Kagum, tapi ya geleng-jeleng kepala juga.
Belum lagi dengan pedagang yang asiknya berjualan diarea tkp! what the....warga Indonesia memang pemberani.
Salut juga sama aparat, pelaku dapat ditangkap, alhamdulillah. Meski begitu, Mabes Polri sudah menetapkan Siaga I untuk seluruh Indonesia. Yaak, semangat semuanya! Berhati-hatilah.

2. Alan Rickman meninggal dunia.


Pas saya kebaca beritanya, saya langsung kehilangan nafas sejenak. Serius. Alan Rickman a.k.a Prof. Snape dari serial Harry Potter adalah tokoh favorit dan 'guru' terhebat bagi saya. Mata saya berkaca-kaca pas melihat sepatah dua patah kata; RIP Alan Rickman. Ya Tuhan! Ga nyangka. Berat sekali untuk mempercayainya.
*raises wand*

Dan ucapan ini tidak akan pernah................. :'( :'( :'(
Prof. Snape adalah sosok yang bisa membuat saya... membenci sekaligus menyayanginya dalam waktu yang sama. Dan Alan Rickman memerankannya dengan sempurna. Saya menangis berkali-kali -- baik di film maupun dibukunya, dan sebagian besar itu gara-gara Snape.

Saya menyukai 'kedua' sosok ini, Rickman dalam Snape, karena keteguhannya. Menghadapi segala rintangan yang tidak mudah... dan rasa sayangnya ke Lily juga Harry sangat tulus.. Dia menyayangi Harry, astaga, itu membuat saya tersentuh sekali.

Meninggalnya Alan Rickman membuat saya merasa kehilangan yang amat sangat untuk kedua kalinya. Sekarang semuanya tidak akan lagi sama. Akan ada perbedaan ketika kembali menonton film Harpot. Akan ada perbedaan juga ketika saya membaca novel Harpot....

Saya sangat sangat sedih :'''''( . Walaupun belum pernah ketemu--saya langsung merinduinya.

Jadi, selamat tinggal Alan Rickman. Biar bagaimanapun, sosokmu bakal selalu, selalu hadir dalam imajinasi saya sebagai Severus Snape. Terimakasih karena sudah menjadi sangat Snape.

Rise In Peace Alan, Snape. Semoga kau bertemu Lily-mu. *raises wand*raises wand*

  • Share:

You Might Also Like

0 comments